Kirab Merti Dusun Keputren Pleret, Tampilkan Gunungan Hasil Bumi dan Potensi Budaya Warga

05 September 2026
Dewi Orisya
Dibaca 11 Kali
Kirab Merti Dusun Keputren Pleret, Tampilkan Gunungan Hasil Bumi dan Potensi Budaya Warga

PLERET — Masyarakat Dusun Keputren, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, menggelar Kirab Merti Dusun pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi bersih desa tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di sekitar Tugu Keputren Pleret.

Kirab budaya ini diikuti seluruh warga Dusun Keputren dengan menampilkan beragam potensi seni dan budaya masyarakat. Salah satu yang menjadi daya tarik utama dalam kirab adalah gunungan hasil bumi yang diarak bersama peserta kirab.

Gunungan yang dihiasi dan disusun dari berbagai hasil bumi tersebut menjadi simbol ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil pertanian, keselamatan, dan keberkahan yang diterima warga. Gunungan juga menjadi bagian penting dalam tradisi Merti Dusun yang mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan alam dan lingkungan tempat mereka hidup.

Arak-arakan gunungan hasil bumi bersama berbagai potensi seni dan budaya warga berlangsung dalam suasana meriah, khidmat, dan penuh kebersamaan. Seluruh elemen masyarakat turut mengambil bagian, menjadikan kirab sebagai momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan dan semangat gotong royong.

Tradisi Merti Dusun secara rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat, mengenalkan budaya kepada generasi muda, serta mempererat hubungan sosial dan gotong royong antarwarga.

Acara Kirab Merti Dusun Keputren dibuka oleh Panewu Kapanewon Pleret, Ibu Hj. Evi Nur Siti Fathonah, S.Sos., M.M. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bapak Ali Usman, S.Sos., yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Kelurahan/Kalurahan Budaya pada Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hadir pula Bapak Kusuma Prabawa, salah satu tokoh, seniman, dan budayawan yang sekaligus menjadi bagian dari Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Pendamping Kalurahan Budaya di bawah naungan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam kirab adalah kehadiran Dukuh Keputren, Dhimas Suryo Satrio Pinandhito, yang mengikuti kirab dengan menaiki kuda.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, kehadiran pemimpin dalam kirab dengan menaiki kuda dapat dimaknai sebagai simbol kepemimpinan, penghormatan, sekaligus wujud pengayoman terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Kehadiran Dukuh Keputren bersama warga juga menjadi gambaran kedekatan pemimpin dengan masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial, adat, dan budaya di tingkat dusun.

Kirab Merti Dusun Keputren bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Gunungan hasil bumi, kirab warga, serta berbagai potensi seni dan budaya menjadi representasi rasa syukur sekaligus wujud nyata masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Dalam semangat Merti Dusun, masyarakat juga memanjatkan doa dan harapan agar Dusun Keputren, Kalurahan Pleret, dan seluruh warganya senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Warga berharap diberikan kesehatan, keselamatan, ketenteraman, kelancaran rezeki, serta kehidupan yang penuh keberkahan.

Harapan lainnya, hasil bumi dan usaha masyarakat senantiasa diberikan kelimpahan, para petani memperoleh hasil panen yang baik, dan seluruh warga dapat hidup rukun, guyub, serta saling membantu. Semangat gotong royong yang telah menjadi kekuatan masyarakat diharapkan terus tumbuh dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Masyarakat juga berharap tradisi Merti Dusun tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus menjadi sarana untuk nguri-uri kabudayan, merawat persaudaraan, dan memperkuat jati diri masyarakat Keputren. Generasi muda diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan turut melestarikan seni, adat, serta tradisi warisan leluhur.

Semoga dengan Merti Dusun ini, Keputren senantiasa ayem, tentrem, guyub, rukun, lan pinaringan berkah. Semoga seluruh warga diberikan kesehatan, keselamatan, kemakmuran, serta kelancaran dalam setiap usaha dan langkah kehidupan. Semoga hasil bumi semakin melimpah, budaya tetap lestari, dan semangat gotong royong terus menyala dari generasi ke generasi.

Kirab Merti Dusun Keputren akhirnya menjadi simbol bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui kebersamaan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap sesama. Dari gunungan hasil bumi tumbuh rasa syukur, dari langkah kirab tumbuh kebersamaan, dan dari tradisi lahir harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Kirab Merti Dusun Keputren Pleret, Tampilkan Gunungan Hasil Bumi dan Potensi Budaya Warga
Kirab Merti Dusun Keputren Pleret, Tampilkan Gunungan Hasil Bumi dan Potensi Budaya Warga
Kirab Merti Dusun Keputren Pleret, Tampilkan Gunungan Hasil Bumi dan Potensi Budaya Warga