Pendopo Pleret Dipadati 95 Kades & Perangkat dari Bali, PemKal dan Bamuskal Pamerkan Desa Digital
06 November 2026
Dewi Orisya
Dibaca 10 Kali
PLERET, BANTUL - Kalurahan Pleret kembali menjadi magnet studi banding tingkat nasional. Sebanyak 95 Kepala Desa dan Perangkat Desa dari Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, datang langsung ke Pleret untuk belajar tentang Desa Digital.
Kegiatan studi desa tersebut difasilitasi oleh BUMKal Lumbung Pangan Mataram Kalurahan Pleret dan dilaksanakan pada Jumat, 06 November 2026, pukul 08.00 WIB sampai selesai di Pendopo Kalurahan Pleret. Melalui surat Nomor 43/BUMKAL-LPM/2026 tertanggal 05 November 2026, Direktur BUMKal LPM, Muhammad Azis, S.Pt., memohon tiga tokoh Pleret untuk menjadi narasumber, yakni Panewu Pleret Ibu Evie Nur Siti Fatonah, S.Sos., M.M., Lurah Pleret Bapak Taufiq Kamal, S.Kom., M.Cs., dan Ketua Bamuskal Pleret Bapak Muhammad Solikhan, S.T.
Dalam pelaksanaannya, sambutan dari Bamuskal Kalurahan Pleret diwakili oleh Bapak Wakhid Sururi. Kehadiran beliau mewakili kelembagaan Bamuskal untuk menyambut tamu dari Bali dan memberikan perspektif tentang peran Bamuskal dalam mengawal inovasi desa digital di Pleret. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusias. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Panewu Pleret, Bamuskal Pleret yang diwakili Bapak Wakhid Sururi, dan perwakilan tamu dari Gianyar. Puncak acara adalah pemaparan materi Desa Digital oleh Lurah Pleret, Taufiq Kamal, yang dilanjutkan sesi diskusi tanya jawab. Para peserta dari Gianyar tampak sangat antusias menggali praktik baik pengelolaan pemerintahan dan pelayanan berbasis digital yang sudah berjalan di Pleret.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, ishoma, dan agenda yang paling ditunggu: Keliling Pleret dengan Kereta Wisata. Para peserta diajak melihat langsung potensi wisata dan UMKM di Pleret. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang tukar pengalaman yang saling menguatkan antara desa di Bali dan di Jawa, sekaligus membuktikan bahwa Pleret layak menjadi laboratorium Desa Digital di Indonesia.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin